Universitas Ahmad Dahlan melakukan perjanjian Kerjasama dengan pemerintah kabupaten Bantul dalam menciptakan kawasan yang dapat mengolah sampah rumah tangganya secara mandiri. Program ini merupakan bentuk kepedulian sosial UAD terhadap isu yang sedang marak diperbincangkan mengenai ketidakmampuan TPA Piyungan dalam menampung dan mengolah sampah yang dihasilkan masyarakat.

Dalam kerja sama ini, UAD membentuk Laboratorium Pengolahan Sampah Terpadu di Dusun Sanden, Desa Murtigading. Lab ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk mengolah sampah yang mereka hasilkan. Sampah organik maupun anorganik akan diproses menjadi berbagai macam produk yang dapat dimanfaatkan kembali oleh para masyarakat sekitar sehingga sampah akan habis di tingkat rumah tangga.

Program ini menarik perhatian dari Tim Penggerak PKK DI.Yogyakarta Pokja 3 dan Pokja 4. Program Pokja 4 tentang pelestarian lingkungan, sejalan dengan apa yang dilakukan dalam kerja sama ini.

“Tujuan tim PKK berkunjung adalah untuk melihat bagaimana konsep pengelolaan sampah terpadu di Desa Murtigading yang kita harapkan sampah itu habis di tingkat rumah tangga” Ucap Aditya Rechandy Christian Santoso S.E., M.M selaku dosen prodi Manajemen yang melakukan pendampingan terhadap Tim Penggerak PKK Pokja 4 DI.Yogyakarta (21-06-2022).

Dalam kunjungan ini, Aditya Rechandy menjelaskan mengenai bagaimana proses pengolahan setiap sampah yang dihasilkan rumah tangga dikawasan tersebut. Diharapkan dari adanya kunjungan ini adalah untuk menjadi Pilot Project bagi desa lainnya untuk mengikuti jejak Desa Murtigading untuk melakukan pengolahan sampah secara mandiri.

Adapun dari program ini Desa Murtigading terpilih menjadi salah satu desa yang lolos untuk program Keluarga Tanggap Tangguh Bencana Peduli Lingkungan dari 6 desa lainnya di tinggat provinsi dan berhasil lolos tingkat nasional bersama 20 desa lainnya. (Klsm)