FEB dan Ilmu Komunikasi UAD Gelar Pelatihan Standar Konten dan Regulasi Bersama TikTok Shop dan Tokopedia
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) bersama Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berkolaborasi dengan TikTok Shop dan Tokopedia menyelenggarakan pelatihan bertema Standar Konten dan Regulasi pada 7 Mei 2026 di Aula Masjid Islamic Center UAD. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Waktunya STARt Academy yang diikuti oleh mahasiswa FEB dan FSBK UAD.
Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh materi dari Sugeng Wibowo yang berperan sebagai Marketplace Expert. Ia menjelaskan pentingnya menjaga kualitas konten serta performa akun dalam mendukung keberhasilan berjualan di TikTok Shop. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan sistem health rating akun yang menjadi salah satu indikator dalam menentukan peluang mengikuti berbagai program kampanye yang diselenggarakan platform.
Pelatihan juga membahas berbagai bentuk pelanggaran yang kerap ditemukan di TikTok Shop, mulai dari konten siaran langsung yang tidak sesuai dengan produk yang dipromosikan, penggunaan anak di bawah umur dalam konten, klaim berlebihan (overclaim), hingga pelanggaran aturan saat melakukan live streaming. Tidak hanya itu, peserta mendapatkan wawasan mengenai langkah-langkah menjaga kesehatan akun dan prosedur pengajuan banding apabila terjadi pelanggaran.
Penanggung jawab kegiatan, Dr. agr. Ir. Adhita Sri Prabakusuma, S.P., M.Sc., IPM., menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pengalaman dan pemahaman praktis kepada mahasiswa mengenai dunia bisnis digital yang terus berkembang. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali tidak hanya dengan teori, tetapi juga kemampuan yang relevan agar siap beradaptasi dan berkompetisi di dunia kerja maupun kewirausahaan digital.
Lebih lanjut, Adhita menjelaskan bahwa transformasi bisnis yang semakin mengarah pada pemanfaatan teknologi digital menuntut mahasiswa memiliki berbagai kompetensi pendukung. Melalui pelatihan ini, peserta didorong untuk memahami strategi pembuatan konten, mengenali karakteristik pasar, serta memanfaatkan platform e-commerce secara optimal sejak masih menempuh pendidikan.
Salah satu peserta, Aprilia Azmi, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan TikTok Shop, baik untuk kebutuhan berjualan maupun sebagai afiliator. Ia merasa lebih memahami strategi promosi digital dan cara menentukan target pasar yang tepat. Menurutnya, program serupa perlu terus dikembangkan agar mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan dan persaingan di era bisnis digital. (Juni)








